Sebagai respons atas tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di wilayah Balikpapan, PT Jasa Raharja Kanwil Kalimantan Timur bersama Ditlantas Polda Kalimantan Timur melaksanakan kegiatan Safety Campaign dan Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) pada Selasa, 28 April 2026 di SMPN 13 Balikpapan Timur.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan guru dan ratusan siswa sebagai langkah konkret memperkuat upaya preventif melalui pendekatan edukatif yang menyasar dua elemen utama yaitu guru dan siswa. Guru didorong sebagai agent of change dalam menanamkan nilai keselamatan, sementara siswa sebagai pengguna jalan aktif diberikan pemahaman langsung terkait pentingnya tertib berlalu lintas.
Melalui PPKL, para tenaga pendidik mendapatkan pembekalan materi mengenai keselamatan berkendara, pemahaman rambu lalu lintas, serta risiko dan dampak kecelakaan. Materi dirancang agar dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran dan membentuk karakter siswa yang lebih sadar akan keselamatan di jalan.
Sementara itu, Safety Campaign yang menyasar siswa dilaksanakan secara interaktif dengan penyampaian materi mengenai pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, serta peningkatan kewaspadaan saat berkendara maupun beraktivitas di jalan.
Sebagai penguatan pesan, Jasa Raharja turut mensosialisasikan kampanye SIGAP di Jalan (Sadari Risiko, Ingat Persiapan, Gerak Aman, Amati Situasi, dan Pasca Perjalanan) sebagai panduan perilaku keselamatan yang utuh, mulai dari sebelum perjalanan hingga setelah tiba di tujuan. Kampanye ini diharapkan mampu membentuk budaya masyarakat yang lebih sadar dan bertanggung jawab dalam berlalu lintas, khususnya di wilayah dengan tingkat risiko tinggi.
Selain edukasi keselamatan, disampaikan pula informasi terkait peran dan mekanisme penjaminan oleh Jasa Raharja bagi korban kecelakaan lalu lintas, guna meningkatkan literasi perlindungan dasar bagi masyarakat, khususnya di lingkungan pelajar.
Kakanwil PT Jasa Raharja Kalimantan Timur, Gentur A. Waseso, ST., MM., MBA., menegaskan bahwa pendekatan edukasi yang terintegrasi menjadi kunci dalam menekan angka kecelakaan di kalangan pelajar.
“Wilayah dengan tingkat kecelakaan pelajar yang tinggi memerlukan intervensi yang lebih intensif dan terarah. Melalui kombinasi PPKL dan Safety Campaign, kami mendorong keterlibatan aktif guru dan siswa dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan,” ujarnya.
