Libur Sekolah Dinilai Strategis untuk Mendorong Pertumbuhan Wisata Nasional

Libur Sekolah Dinilai Strategis untuk Mendorong Pertumbuhan Wisata Nasional

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia, menilai masa libur sekolah perlu dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk memperkuat sektor pariwisata nasional sekaligus mendongkrak pergerakan ekonomi di berbagai daerah.

Menurut Chusnunia, periode liburan sekolah memiliki dampak ekonomi yang besar karena mendorong jutaan keluarga melakukan perjalanan wisata yang lebih terencana dibandingkan libur nasional yang umumnya berlangsung singkat.

“Liburan sekolah adalah salah satu momen paling ditunggu dalam kalender ekonomi pariwisata Indonesia. Bukan hanya karena jutaan keluarga mulai merencanakan perjalanan, tapi karena dampaknya yang langsung terasa di lapisan ekonomi paling bawah,” kata Chusnunia di Jakarta, Jumat.

Ia meminta pemerintah memastikan seluruh destinasi wisata siap menyambut lonjakan wisatawan dengan memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, dan kualitas layanan. Kesiapan tersebut dinilai penting untuk memberikan pengalaman wisata yang baik sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap destinasi dalam negeri.

Chusnunia menegaskan bahwa pasar wisata domestik selama ini menjadi tulang punggung industri pariwisata Indonesia. Oleh karena itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu memanfaatkan peluang yang muncul selama masa liburan sekolah.

Menurutnya, peningkatan mobilitas masyarakat tidak hanya berdampak pada destinasi wisata, tetapi juga memberikan efek ekonomi berantai bagi berbagai sektor usaha lokal, mulai dari kuliner, cenderamata, hingga penyedia jasa akomodasi.

“Lonjakan mobilitas tentunya tidak hanya terjadi di tempat wisata, tetapi juga memberikan keuntungan bagi ekonomi lokal melalui bisnis kuliner, cenderamata, hingga akomodasi,” ujarnya.

Selain meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, Chusnunia menilai masa libur sekolah dapat menjadi ajang untuk menunjukkan kualitas pengelolaan destinasi wisata Indonesia yang berorientasi pada keberlanjutan.

Ia juga mendorong promosi destinasi-destinasi wisata di kota sekunder yang memiliki potensi alam dan budaya yang autentik. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu pemerataan kunjungan wisatawan sekaligus memperluas manfaat ekonomi ke berbagai wilayah.

“Kita bersama harus secara aktif mendorong eksplorasi destinasi dekat yang tetap mampu menghadirkan pengalaman berkesan agar minat wisatawan juga menyebar ke kota-kota sekunder yang memiliki potensi wisata alam dan budaya otentik,” katanya.

Dengan dukungan pemerintah, pelaku industri pariwisata, dan masyarakat, momentum libur sekolah diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat daya saing pariwisata nasional secara berkelanjutan.