Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menyoroti sejumlah tantangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama terkait distribusi layanan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurutnya, meski Badan Gizi Nasional (BGN) telah meletakkan dasar pelaksanaan program dengan cukup baik, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki agar manfaat program dapat dirasakan secara merata.
Nihayatul menilai keseriusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menyediakan makanan bergizi dan higienis harus terus ditingkatkan. Selain itu, ketepatan sasaran penerima manfaat serta pemenuhan kebutuhan gizi bagi kelompok B3 juga menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan program tersebut.
Ia menegaskan bahwa Program MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto sehingga evaluasi dan pembenahan harus terus dilakukan. Nihayatul berharap kepemimpinan baru di BGN mampu memperkuat tata kelola program agar berjalan sesuai tujuan, yakni meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus mendorong pemerataan ekonomi masyarakat.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan Presiden Prabowo melakukan pergantian pimpinan BGN setelah hasil evaluasi selama 1,5 tahun menunjukkan sejumlah catatan terkait kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur, tata kelola, serta menjaga kualitas makanan dalam program MBG.
