Batubara — Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kabupaten Batubara menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor untuk memperkuat keselamatan berkendara dan menekan angka kecelakaan lalu lintas. Rapat ini dihadiri perwakilan Satlantas Polres Batubara, PT Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, serta jajaran Pemerintah Kecamatan se-Kabupaten Batubara.
Dalam rapat tersebut, Satlantas Polres Batubara mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan. Kepolisian menegaskan bahwa penyelamatan jiwa korban adalah prioritas utama. Mitos terkait larangan memindahkan korban karena khawatir merusak Tempat Kejadian Perkara (TKP) ditegaskan tidak benar, sebab petugas tetap dapat melakukan olah TKP melalui jejak fisik kendaraan dan keterangan saksi.
Sebagai langkah nyata, PT Jasa Raharja bersama Satlantas dan tim medis akan mengadakan Pelatihan Penanganan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Pelatihan ini menyasar warga desa di kawasan rawan kecelakaan.
Terkait kondisi infrastruktur, Dinas Perhubungan menjelaskan bahwa jalan rusak berlubang di Tanjung Tiram (Pasar Kamisan) merupakan Jalan Nasional. Pemerintah Kabupaten Batubara akan segera berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi dan Pusat untuk penanganan perbaikan jalan tersebut, serta merealisasikan penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) di lokasi rawan.
Mengenai klaim asuransi, Jasa Raharja menegaskan bahwa santunan diberikan berdasarkan laporan polisi kepada korban. Namun, kecelakaan tunggal kendaraan pribadi tidak dijamin oleh Jasa Raharja. Selain itu, Kepolisian terus mengintensifkan patroli penindakan balap liar di area Pintu Tol 50, yang telah berhasil mengamankan belasan unit sepeda motor dan knalpot bising.
