Erupsi Gunung Semeru pada Kamis Pagi, PVMBG Larang Aktivitas di Besuk Kobokan

Erupsi Gunung Semeru pada Kamis Pagi, PVMBG Larang Aktivitas di Besuk Kobokan

Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Kamis (30/7/2026) pagi. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 700 meter di atas puncak gunung.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengatakan erupsi terjadi pada pukul 06.31 WIB dan terpantau dengan kolom abu berwarna putih hingga kelabu.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Kamis, 30 Juli 2026, pukul 06.31 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak,” ujar Sigit.

Kolom abu teramati memiliki intensitas tebal dan bergerak ke arah timur laut. Berdasarkan hasil pemantauan, aktivitas erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berlangsung selama 130 detik.

Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi

Selama periode pengamatan enam jam, yakni pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih tergolong tinggi.

Tercatat sebanyak 24 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 11 hingga 22 milimeter dan durasi gempa antara 94 hingga 174 detik.

Selain itu, petugas juga mencatat tiga kali gempa guguran dengan amplitudo 3 hingga 6 milimeter dan durasi 30 hingga 94 detik, serta dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3 hingga 13 milimeter.

Status Semeru Masih Level III Siaga

Gunung Semeru hingga kini masih berstatus Level III atau Siaga. Karena itu, masyarakat diminta mematuhi seluruh rekomendasi yang telah ditetapkan demi menghindari potensi bahaya erupsi.

Warga dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari pusat erupsi.

Selain itu, masyarakat juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 500 meter dari sempadan Sungai Besuk Kobokan karena kawasan tersebut berpotensi terdampak awan panas maupun aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.

Petugas juga melarang masyarakat beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berisiko terkena lontaran material pijar.

Waspadai Awan Panas dan Lahar

Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta banjir lahar, terutama di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak gunung.

Wilayah yang perlu mendapat perhatian meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sejumlah anak sungai yang bermuara ke Besuk Kobokan.

Pusat Vulkanologi mengingatkan masyarakat agar selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari otoritas terkait dan tidak memasuki kawasan rawan bencana selama aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.