Rupiah Terkoreksi ke Rp17.349 per Dolar AS di Awal Perdagangan Kamis

Rupiah Terkoreksi ke Rp17.349 per Dolar AS di Awal Perdagangan Kamis

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Kamis pagi, 30 April 2026. Rupiah tercatat turun 23 poin atau 0,13 persen ke level Rp17.349 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.326 per dolar AS.

Berdasarkan data perdagangan, rupiah sempat berada di posisi Rp17.319 per dolar AS, lebih rendah dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.275 per dolar AS.

Kebijakan Federal Reserve Tahan Suku Bunga

Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh keputusan Federal Reserve yang kembali mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen.

Dalam pernyataannya, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menyebutkan bahwa aktivitas ekonomi AS masih tumbuh solid, meskipun tekanan inflasi meningkat akibat kenaikan harga energi global.

Selain itu, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah turut meningkatkan ketidakpastian ekonomi global, yang berdampak pada pergerakan mata uang, termasuk rupiah.

Tekanan dari Harga Minyak dan Konflik Global

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyatakan bahwa mandeknya negosiasi perdamaian antara AS dan Iran menjadi salah satu faktor utama yang menekan rupiah.

Menurutnya, kenaikan harga minyak dunia yang dipicu oleh ketegangan tersebut meningkatkan kekhawatiran inflasi global dan memberi tekanan pada mata uang negara berkembang di Asia.

“Iran menawarkan proposal untuk membuka kembali Selat Hormuz, namun sebagian pihak di Washington masih skeptis terhadap usulan tersebut,” ujarnya.

Sikap Donald Trump yang tidak menyetujui proposal Iran juga menambah ketidakpastian pasar, terutama terkait isu program nuklir Teheran dan stabilitas jalur pelayaran global.

Kondisi ini mendorong investor cenderung mencari aset yang lebih aman, sehingga memperkuat dolar AS dan menekan nilai tukar rupiah.