Rupiah Berada di Level Rp17.609 per Dolar AS Menjelang Akhir Pekan

Rupiah Berada di Level Rp17.609 per Dolar AS Menjelang Akhir Pekan

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Jumat (11/9/2026). Mengutip data Bloomberg, hingga pukul 09.43 WIB rupiah berada di level Rp17.609 per USD, turun 62 poin atau 0,35 persen dari penutupan sebelumnya Rp17.547 per USD.

Sementara berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp17.531 per USD. Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif dan berakhir melemah di kisaran Rp17.540-Rp17.590 per USD.

Menurut Ibrahim, sentimen utama berasal dari eskalasi konflik AS dan Iran. Iran menyatakan menyerang 10 kapal di dalam dan sekitar Selat Hormuz, sedangkan AS mengklaim telah menenggelamkan lima kapal tanker minyak Iran. Serangan kelompok Houthi ke infrastruktur energi Arab Saudi turut meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global.

Pasar juga menantikan rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) dan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS. Data tersebut akan menjadi petunjuk bagi arah kebijakan The Fed pada pertemuan pekan depan. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sekitar 60 persen.

Selain faktor global, risiko fiskal akibat tingginya harga minyak dunia turut membayangi rupiah. Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan kebutuhan anggaran untuk subsidi dan kompensasi energi serta kebutuhan dolar untuk impor minyak, yang berpotensi menekan nilai tukar.

Meski demikian, tekanan terhadap rupiah berpotensi tertahan oleh sentimen konsumen pada Agustus yang mencapai level tertinggi dalam tiga bulan. Kondisi tersebut mencerminkan penguatan kondisi keuangan rumah tangga dan prospek ekonomi yang lebih baik, meski konsumsi masyarakat masih banyak ditopang penggunaan tabungan.