Kepercayaan Investor Global Topang IHSG Kembali ke Zona 6.000

Kepercayaan Investor Global Topang IHSG Kembali ke Zona 6.000

Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan apresiasi atas tingginya kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus level psikologis 6.000 pada perdagangan Jumat (12/6/2026).

Menurut Dony, capaian tersebut mencerminkan keyakinan investor domestik maupun global terhadap ketahanan fundamental ekonomi nasional, terutama kinerja perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Ini adalah bukti nyata bahwa investor global maupun domestik menaruh kepercayaan penuh pada ketangguhan fundamental ekonomi Indonesia, khususnya pada portofolio BUMN kita,” ujar Dony dalam keterangan resminya, Sabtu (13/6/2026).

Kebangkitan pasar modal nasional berlangsung seiring dengan penguatan nilai tukar rupiah yang kembali bergerak ke kisaran Rp17.900 per dolar Amerika Serikat. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi stabilitas sektor keuangan dan iklim investasi di Indonesia.

Saham BUMN Jadi Penopang Penguatan IHSG

Dony menyoroti peran penting saham-saham BUMN dalam menopang laju penguatan IHSG. Sektor pertambangan tercatat menjadi salah satu motor penggerak utama dengan kenaikan hingga sekitar 7 persen.

Selain itu, saham-saham perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta sektor telekomunikasi melalui Telkom turut memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan indeks.

Sejak awal sesi perdagangan, saham-saham BUMN mencatatkan akumulasi pembelian yang kuat dari investor domestik maupun asing, menunjukkan meningkatnya optimisme pasar terhadap prospek perusahaan negara.

“Melihat pergerakan IHSG yang melesat hijau menembus 6.000 dan nilai tukar rupiah yang kembali menguat hari ini, kita patut bersyukur dan bangga. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelaku pasar,” kata Dony.

Transformasi BUMN Dinilai Berbuah Positif

Lebih lanjut, Dony menegaskan dominasi saham BUMN dalam penguatan pasar mencerminkan keberhasilan transformasi yang telah dijalankan selama beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, kualitas fundamental bisnis yang semakin sehat membuat perusahaan-perusahaan BUMN mampu menjadi salah satu penopang utama kepercayaan investor di tengah dinamika ekonomi global.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga optimisme karena stabilitas pasar keuangan diyakini akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian riil.

“Bagi masyarakat luas, stabilitas ini memastikan biaya kebutuhan pokok terkendali, dan aliran investasi akan bermuara pada penciptaan lapangan kerja baru yang lebih luas. Hilangkan keraguan, mari bersama-sama kita jaga optimisme,” ujarnya.

Sinergi Kebijakan Dorong Pemulihan Pasar

Menurut Dony, penguatan IHSG dan rupiah tidak terlepas dari sinergi kebijakan pemerintah bersama otoritas terkait. Salah satu faktor yang dinilai berperan besar adalah keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen pada 9 Juni 2026.

Kebijakan tersebut dinilai berhasil meningkatkan kepercayaan pasar dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.

Ke depan, BP BUMN bersama Danantara berkomitmen untuk terus mengawal kinerja seluruh portofolio perusahaan negara agar tetap adaptif, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham maupun masyarakat.

“Momentum positif ini menandakan bahwa kebijakan yang sedang dijalankan berada di jalur yang tepat. Iklim investasi yang stabil adalah kunci menarik kemitraan strategis bernilai tinggi,” tutup Dony.