Denpasar – PT Jasa Raharja Wilayah Bali menghadiri Rapat Koordinasi Operasi Patuh Agung 2026 yang diselenggarakan di Polresta Denpasar pada Jumat (26/6). Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam memperkuat sinergi antarinstansi guna mendukung pelaksanaan Operasi Patuh Agung 2026 yang bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan di wilayah Bali.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bagian Operasional PT Jasa Raharja Wilayah Bali, Alwin Bahar, S.H., M.M., didampingi oleh Kasubag Pelayanan Andika Kusuma Jaya, S.Pd., M.M., menghadiri rapat yang dipimpin oleh Kabagops Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Suaka Purnawasa, S.H.
Rapat koordinasi turut dihadiri oleh unsur Denpom IX/3 Denpasar, Dinas Perhubungan Kota Denpasar, Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, serta berbagai stakeholder terkait yang memiliki peran strategis dalam mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
Dalam forum tersebut, para peserta membahas kesiapan pelaksanaan Operasi Patuh Agung 2026, strategi pengawasan dan penegakan hukum, serta langkah-langkah kolaboratif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya disiplin berlalu lintas. Selain itu, sinergi lintas sektor juga diharapkan mampu mengoptimalkan upaya pencegahan kecelakaan melalui pendekatan edukatif, preventif, dan humanis.
Kepala Bagian Operasional PT Jasa Raharja Wilayah Bali, Alwin Bahar, menyampaikan bahwa Jasa Raharja mendukung penuh pelaksanaan Operasi Patuh Agung 2026 sebagai bagian dari komitmen bersama dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.
“Keselamatan lalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Melalui koordinasi dan kolaborasi yang kuat antarinstansi, kami berharap pelaksanaan Operasi Patuh Agung 2026 dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat, menekan angka kecelakaan, serta memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna jalan,” ujarnya.
Sebagai BUMN yang mendapat amanah memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan lalu lintas, PT Jasa Raharja Wilayah Bali akan terus memperkuat sinergi dengan Kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung berbagai program keselamatan transportasi. Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan mampu mewujudkan ekosistem lalu lintas yang semakin aman, tertib, dan berkeselamatan bagi seluruh masyarakat Bali.
