Jasa Raharja dan Dinkes Semarang Bekali Siswa SMKN 6 Kemampuan Pertolongan Pertama dan Keselamatan Jalan

Jasa Raharja dan Dinkes Semarang Bekali Siswa SMKN 6 Kemampuan Pertolongan Pertama dan Keselamatan Jalan

Semarang – PT Jasa Raharja Semarang bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang menggelar kegiatan Pendidikan Pertolongan Pertama Kecelakaan Lalu Lintas (PPKL) dan Safety Campaign di Ruang Meeting SMK Negeri 6 Semarang, Kamis (23/4/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya masif dalam menekan angka fatalitas kecelakaan di kalangan pelajar sekaligus meningkatkan kesadaran tertib administrasi kendaraan.

Kegiatan yang diikuti oleh puluhan siswa ini berfokus pada dua aspek utama: pencegahan melalui kampanye keselamatan berkendara dan penanganan darurat saat terjadi insiden di jalan raya. Para peserta mendapatkan materi komprehensif mengenai penggunaan perlengkapan keselamatan standar serta pelatihan praktis teknik evakuasi sederhana dan pertolongan medis dasar dari tim Dinas Kesehatan.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Tengah, Manggala Aji Mukti, menegaskan bahwa kehadiran Jasa Raharja di tengah masyarakat merupakan implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964 dan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1964.

Ia menjelaskan bahwa setiap warga negara yang menggunakan sarana transportasi umum maupun kendaraan pribadi secara otomatis terlindungi oleh perlindungan dasar Jasa Raharja melalui mekanisme iuran wajib dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

“Sesuai amanat undang-undang, Jasa Raharja bertugas sebagai penjamin perlindungan bagi korban kecelakaan. Oleh karena itu, kami mengharapkan masyarakat, termasuk para orang tua siswa, untuk memenuhi kewajiban membayar SWDKLLJ tepat waktu saat melakukan pengesahan STNK tahunan,” ujarnya.

Edukasi sejak dini di lingkungan sekolah dinilai sangat krusial mengingat pelajar merupakan salah satu kelompok rentan dalam mobilitas jalan raya. Pihak Jasa Raharja menekankan bahwa kepatuhan membayar pajak dan SWDKLLJ merupakan bentuk gotong royong masyarakat dalam memastikan ketersediaan santunan bagi korban kecelakaan.

Dinas Kesehatan Kota Semarang dalam sesi praktisnya memberikan simulasi penanganan korban guna memberikan kepercayaan diri bagi siswa agar mampu memberikan pertolongan awal yang tepat sebelum bantuan medis profesional tiba. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir dampak cedera permanen pada korban kecelakaan.

Pihak SMK Negeri 6 Semarang memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Perwakilan sekolah berharap ilmu yang didapatkan siswa dapat diterapkan secara konsisten, baik dalam perjalanan menuju sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari, guna menciptakan budaya safety riding di lingkungan pendidikan.

Dengan adanya kolaborasi ini, Jasa Raharja berharap tercipta generasi muda yang tidak hanya terampil dalam memberikan pertolongan darurat, tetapi juga sadar akan tanggung jawab administrasi kendaraan demi keberlangsungan perlindungan bagi seluruh pengguna jalan.