Harga Emas Global Turun di Tengah Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed

Harga Emas Global Turun di Tengah Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed

Harga emas dunia melemah pada perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026. Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed), menyusul rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi masih kuat dan inflasi tetap tinggi.

Melansir Investing, Jumat, 30 Oktober 2026, harga emas spot turun 1,4 persen menjadi USD4.009,85 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka melemah 0,3 persen ke posisi USD4.021,25 per ons.

Pergerakan harga emas juga dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak dunia. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar logam mulia tetap berhati-hati dalam menyikapi perkembangan ekonomi dan kebijakan moneter AS.

Pasar Antisipasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu memutuskan mempertahankan suku bunga kebijakan utama dengan hasil pemungutan suara 10 banding 2. Dua pejabat, yakni Gubernur Lisa Cook dan Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack, memilih kenaikan suku bunga sebesar 0,25 poin persentase.

Keputusan tersebut sebagian besar telah diperkirakan pasar. Sebelumnya, FOMC telah menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun pada September.

Ketua The Fed Kevin Warsh menyoroti ketahanan ekonomi AS dan komitmen bank sentral untuk mengembalikan inflasi ke target tahunan sebesar 2 persen. Namun, Warsh tidak memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga selanjutnya.

Pasar kini secara luas memperkirakan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan terakhir tahun ini yang dijadwalkan berlangsung pada Desember.

Warsh mengatakan, kondisi keuangan dan kredit mulai mengalami perubahan sejak keputusan kebijakan pada September. Kondisi tersebut semakin ketat bagi sejumlah pelaku bisnis dan rumah tangga, sehingga mendorong pelaku pasar lebih selektif dalam mengalokasikan modal.

Meski demikian, ia menilai kondisi keuangan secara keseluruhan belum dapat disebut benar-benar ketat. Perkembangan tersebut dinilai berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih panjang dan stabil serta menjaga stabilitas harga.

Data PDB dan Inflasi AS Jadi Perhatian Pasar

Menjelang pertemuan FOMC pada Desember, pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi AS yang menjadi pertimbangan bank sentral dalam menentukan kebijakan berikutnya.

Pada Kamis, investor menerima data produk domestik bruto (PDB) AS kuartal ketiga dan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) untuk September.

Berdasarkan estimasi awal Biro Analisis Ekonomi AS, PDB riil AS tumbuh 3,4 persen pada kuartal ketiga. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 2,2 persen pada kuartal kedua dan melampaui perkiraan ekonom sebesar 3,2 persen.

Sementara itu, indeks PCE utama meningkat 0,5 persen secara bulanan pada September. Adapun PCE inti tercatat naik 0,3 persen.

Secara tahunan, PCE utama meningkat 3,6 persen, sedangkan PCE inti naik 3,1 persen. Keempat angka tersebut sesuai dengan estimasi, tetapi kenaikan tahunan menunjukkan percepatan dibandingkan Agustus dan masih berada di atas target inflasi jangka panjang The Fed sebesar 2 persen.

BlackRock Nilai Sikap Hati-hati The Fed Tepat

Kepala Investasi Pendapatan Tetap Global BlackRock, Rick Rieder, menilai keputusan The Fed untuk mengambil sikap sabar merupakan pendekatan yang tepat di tengah kondisi ekonomi saat ini.

Menurut Rieder, inflasi masih berada pada tingkat tinggi. Namun, ia mempertanyakan apakah kenaikan suku bunga lebih lanjut benar-benar mampu mengatasi tekanan inflasi yang tersisa.

Ia juga menilai berbagai sektor ekonomi bergerak dengan kecepatan berbeda. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi AS masih tangguh karena didukung siklus investasi yang kuat.

Namun, sektor-sektor yang lebih sensitif terhadap biaya pinjaman justru menghadapi tekanan lebih besar. Perbedaan kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan bagi The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneter selanjutnya.