Gunungkidul – Dalam rangka meningkatkan kepatuhan terhadap kewajiban pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), Tim Samsat Gunungkidul melaksanakan kegiatan SIGAP (Samsat Initiative for Growth Achievement Program) Instansi ke PT Mataram Bhumi Kirana yang berlokasi di Jalan Lingkar Utara, Dusun Kajar II, Karangtengah, Wonosari, Gunungkidul, pada Rabu (24/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Action Plan SIGAP yang bertujuan melakukan pembaruan dan validasi data kendaraan bermotor milik perusahaan. Melalui kunjungan langsung ke instansi, petugas melakukan pendataan kendaraan yang masih dimiliki maupun kendaraan yang telah dialihkan kepemilikannya. Data tersebut selanjutnya akan diperbarui pada aplikasi Ceri Jasa Raharja guna memastikan akurasi data kendaraan serta mendukung upaya peningkatan kepatuhan wajib pajak.
Kegiatan dihadiri oleh Ricky Permana selaku Penanggung Jawab Samsat Gunungkidul beserta tim dan Anang W selaku Staf Umum PT Mataram Bhumi Kirana. Dalam kesempatan tersebut dilakukan koordinasi dan verifikasi data kendaraan untuk memastikan kesesuaian antara data administrasi dan kondisi aktual kendaraan yang dimiliki perusahaan.
Berdasarkan hasil kunjungan, diperoleh data sebanyak satu Nomor Polisi (Nopol) yang akan menjadi tindak lanjut dalam program Customer Relationship Management (CRM), SIGAP, serta kegiatan pendataan dan pembinaan kepada wajib pajak. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pendekatan proaktif guna meningkatkan kesadaran dan kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban administrasi kendaraan bermotor.
Selain melakukan pembaruan data, petugas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pembayaran PKB dan SWDKLLJ secara tepat waktu. Kepatuhan terhadap kewajiban tersebut tidak hanya mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga berkontribusi pada keberlangsungan program perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas yang dikelola oleh Jasa Raharja.
Melalui kegiatan SIGAP Instansi, Jasa Raharja bersama Tim Pembina Samsat berharap dapat membangun sinergi yang lebih kuat dengan dunia usaha dalam mewujudkan budaya tertib administrasi kendaraan bermotor. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan collection rate di wilayah D.I. Yogyakarta sekaligus menciptakan basis data kendaraan yang lebih akurat dan terpercaya.
