Harga Bitcoin turun 1,7 persen ke level USD84.652,1 pada perdagangan Rabu (23/9/2026). Penurunan ini memangkas sebagian keuntungan yang didapat pasar mata uang kripto setelah sempat melonjak hampir tujuh persen dan menembus angka USD87.300 di awal pekan.
Mengutip data Investing pada Kamis, 24 September 2026, tekanan terhadap aset berisiko dipicu oleh lonjakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury), penguatan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve, kenaikan harga minyak mentah, serta memudarnya optimisme diplomasi antara AS dan Iran.
Penguatan Ekonomi AS dan Lonjakan Imbal Hasil Obligasi
Rilis data aktivitas bisnis AS oleh S&P Global mencatatkan laju pertumbuhan tercepat sejak Juli 2021. Namun, kondisi ini diiringi kenaikan biaya input dan inflasi tinggi yang didorong oleh biaya bahan bakar serta transportasi.
Eskalasi data makroekonomi tersebut memicu proyeksi bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Oktober mendatang. Berdasarkan alat CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga naik menjadi 68 persen dari sebelumnya 55 persen.
Kondisi pengetatan moneter ini langsung memberikan tekanan pada pasar keuangan:
- Yield US Treasury 10-Tahun: Melonjak 16,8 basis poin hingga ditutup pada level 5,116 persen—posisi tertinggi sejak Juli 2007.
- Harga Minyak Brent: Naik 4,3 persen ke level USD103,50 per barel setelah dinamika retorika politik antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengikis prospek kesepakatan diplomatik.
Dukungan Arus Modal Institusional dan Inovasi Tokenisasi
Meski harga bitcoin turun, kinerja fundamental pasar kripto mendapat topangan kuat dari arus masuk modal institusional melalui ETF Bitcoin spot.
Data SoSoValue menunjukkan net inflow ETF spot mencapai USD1,71 miliar sepanjang pekan ini, yang menjadi pencapaian mingguan tertinggi sejak akhir Agustus. Sentimen positif juga didorong oleh keputusan Securities and Exchange Commission (SEC) yang mengizinkan penawaran saham dalam bentuk tokenized stocks di jaringan blockchain, serta rencana kemitraan New York Stock Exchange (NYSE) dengan Blockchain.com.
Pergerakan Pasar Altcoin
Pelemahan Bitcoin turut membayangi pergerakan jajaran aset kripto (altcoin) lainnya pada perdagangan Rabu:
- Ether (ETH): Turun 2,2 persen ke level USD2.692,05.
- XRP: Melemah 4,0 persen.
- BNB & Solana (SOL): Masing-masing terkoreksi 2,4 persen dan 2,5 persen.
- Cardano (ADA): Menyusut 5,3 persen.
- Memecoin: Dogecoin melorot 7,3 persen dan koin $TRUMP anjlok 11,1 persen.
