Bitcoin Terkoreksi 0,36 Persen ke USD73.630 pada Perdagangan Hari Ini

Bitcoin Terkoreksi 0,36 Persen ke USD73.630 pada Perdagangan Hari Ini

Harga Bitcoin masih bergerak melemah pada perdagangan Minggu (31/5/2026) waktu setempat, meskipun CME Group resmi meluncurkan layanan perdagangan 24 jam untuk produk berjangka dan opsi aset kripto. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas akses investor terhadap pasar derivatif kripto yang teregulasi.

Berdasarkan data Investing.com, Senin (1/6/2026), Bitcoin tercatat turun 0,36 persen dan diperdagangkan di level USD73.630. Pelemahan tersebut terjadi di tengah sentimen pasar yang masih cenderung lesu serta berkurangnya arus masuk dana ke produk investasi kripto.

CME Group, yang dikenal sebagai bursa derivatif terbesar di dunia, mengumumkan bahwa seluruh rangkaian kontrak berjangka dan opsi aset kripto kini tersedia selama 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu melalui platform CME Globex. Kebijakan ini memungkinkan pelaku pasar merespons berbagai peristiwa yang memengaruhi harga kripto kapan saja, termasuk pada akhir pekan dan hari libur.

Langkah tersebut membuat jadwal perdagangan CME semakin mendekati karakteristik pasar spot kripto yang beroperasi tanpa henti sepanjang waktu. Bitcoin dan berbagai aset digital lainnya memang diperdagangkan secara kontinu tanpa jeda sebagaimana pasar keuangan tradisional.

CME mengungkapkan bahwa produk derivatif kripto yang mereka tawarkan telah mencatat volume perdagangan nominal hampir USD3 triliun sepanjang 2025. Angka tersebut mencerminkan meningkatnya minat investor institusional terhadap instrumen aset digital yang berada dalam kerangka regulasi yang jelas.

Saat ini, CME menyediakan kontrak berjangka dan opsi untuk Bitcoin dan Ethereum, serta produk derivatif yang terkait dengan XRP dan Solana. Kehadiran perdagangan 24 jam diharapkan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi investor dalam melakukan lindung nilai atau mengelola risiko saat volatilitas pasar meningkat.

Peluncuran layanan tersebut juga terjadi di tengah meningkatnya partisipasi investor institusional melalui produk Exchange Traded Fund (ETF) dan instrumen derivatif yang teregulasi. Namun, permintaan terhadap ETF Bitcoin spot dilaporkan mengalami perlambatan dalam beberapa pekan terakhir, yang turut memberikan tekanan terhadap harga aset kripto.

Dalam sepekan terakhir, Bitcoin tercatat turun sekitar tiga persen, sementara Ethereum mengalami pelemahan dengan persentase yang hampir serupa. Selain faktor permintaan, pelaku pasar juga terus mencermati perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat.

Salah satu perhatian utama adalah pembahasan Rancangan Undang-Undang CLARITY yang bertujuan menciptakan kerangka pengawasan aset digital yang lebih komprehensif. Regulasi tersebut mendapat perhatian luas dari industri kripto maupun lembaga keuangan tradisional.

CEO JPMorgan, Jamie Dimon, baru-baru ini mengkritik sejumlah aspek dalam rancangan regulasi tersebut. Menurutnya, beberapa ketentuan berpotensi menciptakan ketidakseimbangan aturan antara sektor perbankan dan perusahaan kripto.

Meski harga aset digital masih berada dalam tekanan, para analis menilai ekspansi pasar derivatif yang teregulasi dan meningkatnya keterlibatan investor institusional tetap menjadi faktor positif bagi perkembangan industri kripto dalam jangka panjang.

Harga Terbaru Aset Kripto

Selain Bitcoin, sejumlah aset kripto utama lainnya juga mencatat pergerakan negatif pada akhir perdagangan:

  • Ethereum turun 0,76 persen menjadi USD2.011,25.
  • XRP melemah 0,85 persen menjadi USD1,3316.
  • Solana turun 0,68 persen.
  • Cardano terkoreksi 0,76 persen.
  • Dogecoin melemah 1,0 persen.

Dengan perdagangan derivatif kripto yang kini berlangsung tanpa henti di CME, investor memiliki peluang lebih besar untuk mengelola eksposur terhadap Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Solana sepanjang minggu tanpa harus menunggu pembukaan pasar tradisional.