Konsumen Inggris menahan pengeluaran mereka selama Desember 2025, tercermin dari penurunan penggunaan kartu debit dan kredit sebesar 1,7 persen secara tahunan, menurut data Barclays, dikutip dari Investing.com, Selasa (13/1/2025). Angka ini menjadi penurunan terbesar dalam lima tahun terakhir, menandai kehati-hatian rumah tangga Inggris menjelang Natal.
Data terpisah dari British Retail Consortium menunjukkan pertumbuhan penjualan peritel melambat untuk bulan keempat berturut-turut. Penjualan non-makanan stagnan, sementara penjualan makanan meningkat 3,1 persen, namun sebagian besar akibat kenaikan harga, bukan volume pembelian.
Kepala ekonom Barclays Inggris, Jack Meaning, menjelaskan bahwa penurunan pengeluaran ini terkait kekhawatiran konsumen terhadap kenaikan pajak, inflasi, dan perlambatan ekonomi. “Angka-angka ini menunjukkan tahun 2025 berakhir dengan lesu. Namun, kami memperkirakan inflasi akan mereda pada paruh pertama 2026, bersamaan dengan penurunan suku bunga lebih lanjut, yang dapat mendorong daya beli riil,” kata Meaning.
Barclays juga mencatat penurunan pengeluaran untuk kebutuhan pokok selama delapan bulan berturut-turut, menunjukkan masyarakat semakin berhati-hati terhadap pengeluaran sehari-hari. Survei internal Barclays mengungkapkan lebih dari setengah responden berencana memangkas pengeluaran untuk makanan dan barang tidak penting pada tahun ini.
Meskipun indikator kepercayaan konsumen sedikit meningkat pada Desember, levelnya tetap di bawah rata-rata 2025. Data BRC menambahkan bahwa penjualan peritel meningkat hanya 1,2 persen secara tahunan, lebih rendah dibandingkan kenaikan 1,4 persen pada November, menandai pertumbuhan paling lemah sejak Mei.
Kondisi ini menegaskan lesunya pengeluaran konsumen Inggris di akhir 2025, dengan masyarakat lebih menunggu diskon pasca-Natal dan tetap waspada terhadap tekanan ekonomi.
Dikutip dari metrotvnews.com
