DPR RI Nilai Aplikasi SIAP Tingkatkan Transparansi Pemantauan MBG

DPR RI Nilai Aplikasi SIAP Tingkatkan Transparansi Pemantauan MBG

Komisi XIII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Nabire guna memastikan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal dan tepat sasaran. Kunjungan ini juga menyoroti inovasi teknologi lokal berupa aplikasi pengawasan real-time bernama SIAP.

Anggota Komisi XIII DPR RI Yan Permenas Mandenas mengawali agenda dengan meninjau dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Oyehe. Peninjauan tersebut bertujuan memastikan proses penyiapan makanan bagi siswa telah memenuhi standar gizi dan kebersihan yang ditetapkan pemerintah.

Selain itu, rombongan juga mengunjungi SMP Negeri 1 Nabire untuk berdialog langsung dengan guru dan siswa. Kegiatan ini dilakukan guna memastikan program MBG benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.

Salah satu fokus utama kunjungan adalah pemaparan aplikasi SIAP (Sistem Informasi Administrasi Program) MBG. Aplikasi ini merupakan inovasi putra daerah yang dirancang untuk memperkuat pengawasan program secara menyeluruh dan real-time.

Pengembang aplikasi sekaligus Koordinator MBG Nabire, Marsel Asyerem, menjelaskan bahwa aplikasi SIAP hadir sebagai solusi atas berbagai kendala di lapangan. Sistem ini mampu memantau rantai pasokan bahan makanan, kehadiran karyawan, hingga kondisi kesehatan siswa secara langsung.

Menurut Marsel, aplikasi ini juga membantu mengantisipasi keterlambatan distribusi makanan serta kejadian kesehatan seperti alergi atau gangguan pencernaan yang dialami siswa.

Yan Mandenas mengapresiasi inovasi tersebut karena dinilai mampu meningkatkan transparansi dan partisipasi publik, khususnya orang tua siswa, dalam mengawasi pelaksanaan program MBG. Ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi menjadi faktor penting dalam keberhasilan program nasional.

Meski demikian, DPR juga memberikan catatan bahwa penggunaan bahan makanan serta penyerapan tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas utama. Jika hal tersebut tidak terpenuhi, evaluasi menyeluruh terhadap program akan dilakukan.

Dengan dukungan teknologi seperti aplikasi SIAP, program MBG di Nabire diharapkan dapat menjadi model percontohan nasional dalam hal transparansi, efektivitas distribusi, serta peningkatan kualitas gizi bagi generasi muda.