Satuan Tugas Pemulihan Pasca Bencana (Satgas Galapana) DPR RI menggelar rakor rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera bersama jajaran menteri dan kepala lembaga di kompleks parlemen, Jakarta.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan rapat tersebut bertujuan mengevaluasi penanganan pascabencana di wilayah Sumatera. Rakor ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang digelar di Aceh pada Januari 2026.
“Kita mengadakan evaluasi penanganan pasca bencana alam Sumatera, yang kita hadirkan menteri-menteri terkait,” ujar Dasco.
Rakor rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera ini menghadirkan sejumlah pejabat penting, antara lain Menteri Dalam Negeri selaku kepala satgas pemerintah, Kepala BNPB, Kasum TNI, Komandan Brimob Polri, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Keuangan, dan Menteri Pekerjaan Umum.
Selain itu, turut hadir Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, serta Kepala BPS. Pimpinan sejumlah komisi terkait di DPR juga mengikuti rapat tersebut.
Dalam pertemuan itu, DPR menyoroti target agar roda pemerintahan di daerah terdampak bencana sudah kembali berjalan sebelum bulan Ramadhan. Dasco menyebutkan saat ini hanya tersisa sedikit pemerintah daerah yang masih mengalami hambatan.
DPR juga memastikan bahwa tidak ada lagi daerah terisolir di Aceh, meskipun akses menuju sejumlah wilayah masih tergolong berat. Proses normalisasi sungai dan perbaikan infrastruktur terus berjalan sebagai bagian dari percepatan pemulihan.
Selain evaluasi infrastruktur, DPR meminta paparan dari ketua satgas pemerintah mengenai progres penyediaan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak. Aspek kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian dalam rakor tersebut.
Melalui rakor rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera ini, DPR berharap koordinasi lintas kementerian dan lembaga dapat mempercepat pemulihan wilayah terdampak sehingga masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.
Dikutip dari antaranews.com
