Aset Desa Simpang Tiga Rampah, Citahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah, rusak parah akibat banjir bandang dan longsor yang terjadi pada 24 November 2025. Kerusakan tersebut berdampak langsung pada sulitnya akses air bersih dan memicu berbagai penyakit yang menyerang ratusan warga desa.
Penjabat Kepala Desa Simpang Tiga Rampah, Alfredo Banjarnahor, mengatakan sejumlah aset desa yang vital bagi kebutuhan masyarakat hancur total akibat bencana tersebut. Kondisi itu memperparah situasi warga yang hingga kini masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar.
“Ada beberapa aset desa hancur semua dan ini sangat-sangat penting untuk kita masyarakat desa dalam situasi ini, khususnya di Desa Rampah,” ujar Alfredo, Jumat (12/12/2025).
Ia menjelaskan, longsor telah merusak seluruh jaringan pipanisasi sehingga aliran air bersih ke rumah-rumah warga terhenti. Selain itu, fasilitas penampungan air juga mengalami kerusakan berat.
“Pipanisasi rusak semua dan aliran air ke rumah-rumah masyarakat tidak tersalurkan lagi. Penampung air pun sudah rusak. Jadi kami berharap pemerintah pusat berkolaborasi dengan pemerintah daerah bisa menyelesaikan ini,” katanya.
Sulitnya mendapatkan air bersih, lanjut Alfredo, menyebabkan sejumlah warga terserang penyakit. Kondisi tersebut telah dilaporkan sejak awal kepada pihak terkait agar segera didirikan posko kesehatan dan didatangkan tenaga medis.
“Kami takut kalau ada yang sakit darurat atau ibu-ibu hamil. Selama terisolir ada yang demam, gatal-gatal, karena air yang digunakan keruh bercampur lumpur,” ucapnya.
Tokoh Adat Desa Simpang Tiga Rampah, Badita Hutagalung, membenarkan bahwa banyak warga mengalami gangguan kesehatan pascabencana. Keluhan yang paling banyak dialami warga antara lain demam, gatal-gatal, menggigil, dan batuk.
“Yang paling banyak itu batuk, ada juga demam dan gatal-gatal,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Simpang Tiga Rampah, Megawati Silalahi, menyampaikan bahwa warga yang mengungsi telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh personel TNI untuk memastikan kondisi kesehatan para penyintas.
“Semuanya sudah diperiksa kemarin oleh tentara bila ada yang sakit,” katanya.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki infrastruktur air bersih dan fasilitas desa agar kondisi kesehatan masyarakat tidak semakin memburuk.
Dikutip dari RRI.co.id
