Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) bersama Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Merah Putih resmi menjalin kerja sama untuk mempercepat proses inventarisasi tanah dalam pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua pihak.
Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menegaskan pentingnya sinergi antara perangkat desa dan pemerintah daerah dalam mempercepat pendataan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Kopdes Merah Putih.
“Sinkronisasi data antara perangkat desa dan pemerintah daerah sangat penting, terutama yang tergabung dalam Apdesi Merah Putih. Hal ini menjadi kunci percepatan inventarisasi tanah bagi pembangunan fisik Kopdes Merah Putih,” ujar Ferry, Jumat (14/11/2025).
Menurut Ferry, hingga saat ini telah terinventarisasi sekitar 22.500 titik tanah yang siap dibangun. Selain itu, 15.000 titik lain masih dalam tahap persiapan pendataan.
Ia optimistis bahwa pada November mendatang, pembangunan fisik Kopdes Merah Putih dapat mencapai 20.000 unit. “Syukur-syukur bisa lebih, bahkan sampai 30 ribu hingga 40 ribu titik tanah yang terinventarisasi,” tambahnya.
Kemenkop menargetkan mampu menginventarisasi 1.000 titik tanah per hari. Ferry memastikan bahwa dalam proses pembangunan fisik, kontribusi perangkat desa—termasuk kepala desa dan pemerintah daerah—akan terus dilibatkan secara aktif.
“Kami berharap Kopdes Merah Putih dapat menjadi instrumen pembangunan desa dan alat perjuangan bagi pemerintah daerah serta Apdesi Merah Putih dalam memajukan masyarakat desa,” tuturnya.
Sementara itu, Dewan Pakar Apdesi Merah Putih sekaligus Anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, mengapresiasi capaian program Kopdes Merah Putih sejauh ini. Ia menilai pembangunan fisik dan inventarisasi lahan dapat dipercepat dengan semakin banyak melibatkan pemerintah desa secara langsung.
“Sinergi antara Apdesi Merah Putih dan pemerintah sangat penting untuk mempercepat pembangunan Kopdes Merah Putih, terutama dalam pemanfaatan fisik dan pendataan lahan. Harapannya, target bisa mencapai hingga 50 ribu titik pada akhir tahun,” ujarnya.
Rieke juga menekankan bahwa keberhasilan Kopdes sangat bergantung pada penggunaan data yang akurat dan relevan. Ia memuji koordinasi Kemenkop dengan berbagai kementerian/lembaga yang telah menghasilkan data desa yang komprehensif dan terintegrasi. Dikutip dari RRI.co.id
