The Fed Turunkan Suku Bunga Acuan
Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve atau The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen pada Rabu waktu setempat. Namun, peluang pemangkasan lanjutan disebut semakin sempit karena perbedaan pandangan yang makin melebar di internal pejabat The Fed.
Keputusan Bergantung pada Data Ekonomi
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menegaskan keputusan ke depan akan bergantung pada perkembangan data ekonomi, prospek pertumbuhan, dan keseimbangan risiko. Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan pemangkasan kali ini menempatkan bank sentral dalam posisi yang nyaman untuk menunggu sinyal ekonomi berikutnya.
“Kami berada di ujung atas rentang netral. Kami belum membuat keputusan untuk Januari,” ujarnya dikutip CNBC International.
Tiga Pejabat The Fed Menolak Penurunan Suku Bunga
Keputusan FOMC tidak bulat. Tiga pejabat menolak langkah pemangkasan ini. Gubernur Stephen Miran mendorong pemangkasan lebih besar sebesar 50 basis poin. Sementara Presiden Fed Kansas City Jeffrey Schmid dan Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee justru memilih mempertahankan suku bunga tanpa perubahan.
Perbedaan Pandangan Munculkan Ketegangan Internal
Perbedaan sikap ini memperkuat gambaran tarik-menarik antara kubu hawkish yang menekankan pengendalian inflasi dengan kubu dovish yang ingin pelonggaran demi mendukung pasar tenaga kerja. Meski demikian, pemangkasan suku bunga ini tetap sesuai ekspektasi pasar.
Pasar Keuangan Bereaksi Positif
Setelah pengumuman tersebut, indeks Dow Jones melonjak 500 poin, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS turun, menunjukkan respons positif dari pasar keuangan terhadap keputusan The Fed.
Dikutip dari cnnindonesia.com
