Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bergerak cepat memenuhi kebutuhan warga terdampak banjir di Perumahan Villa Indah Tegalbesar, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Banjir tersebut merendam kawasan perumahan dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Zughrinada Wahyudi Hidayat, mengatakan pihaknya segera mengerahkan personel serta sumber daya darurat untuk menangani banjir yang melanda kawasan tersebut.
“Kami mengerahkan personel dan sumber daya darurat untuk menangani banjir yang merendam perumahan itu,” ujar Zughrinada di Jember, Rabu (17/12/2025).
Penanganan banjir dilakukan secara terpadu bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta relawan. Fokus utama diarahkan pada keselamatan warga terdampak dan pemenuhan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.
“BPBD bersama PU Bina Marga, Cipta Karya, Dinas Sosial, relawan, dan Destana fokus pada penanganan darurat. Bantuan logistik sudah kami salurkan, dua tandon air bersih kami drop, dan dapur umum didirikan untuk memenuhi kebutuhan warga,” jelasnya.
Zughrinada menuturkan, banjir kali ini kembali menimpa kawasan yang sama seperti kejadian pada tahun-tahun sebelumnya. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, genangan air menyebabkan kerusakan perabotan rumah tangga dan memaksa sebagian warga menyelamatkan diri dengan perlengkapan seadanya.
Ia mengakui penanganan banjir di Kabupaten Jember masih menghadapi tantangan besar, terutama keterbatasan personel. Saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember hanya berjumlah 17 orang, sementara titik banjir yang harus ditangani mencapai 21 lokasi di berbagai kecamatan.
BPBD Jember juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Februari 2026.
“Kami mengimbau warga untuk menyiapkan Tas Siaga Bencana yang berisi dokumen penting, barang berharga, serta makanan tahan lama. Banyak laporan warga kehilangan surat-surat penting akibat banjir datang secara tiba-tiba,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Jember memastikan evaluasi menyeluruh terhadap kawasan rawan banjir terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan warga. BPBD Jember menegaskan akan tetap siaga selama potensi cuaca ekstrem masih berlangsung.
Salah satu warga Perumahan Villa Indah Tegalbesar, Fira, mengaku banjir kali ini merupakan yang terparah sejak ia menempati rumah tersebut.
“Air masuk rumah cukup tinggi. Ini banjir yang paling parah,” ujarnya.
Fira mengungkapkan bahwa saat membeli rumah, ia tidak mengetahui kawasan tersebut berada di bantaran sungai. Fakta tersebut baru disadarinya setelah melihat dua blok perumahan di sekitar lokasi tidak pernah dibangun.
“Kami awalnya tidak tahu kalau ini bantaran sungai. Tanggul sempat dibuat, tapi akhirnya jebol juga,” katanya.
Ia juga menyebutkan banjir serupa pernah terjadi pada 2021. Namun hingga banjir kali ini, warga mengaku belum menerima bantuan dari pihak pengembang perumahan.
Dikutip dari antaranews.com
