Komisi VII DPR Soroti Dugaan Kebocoran Pabrik Kimia, Pemerintah Diminta Bertindak

Komisi VII DPR Soroti Dugaan Kebocoran Pabrik Kimia, Pemerintah Diminta Bertindak

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mendesak pemerintah untuk melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan kebocoran gas di pabrik penyimpanan bahan kimia PT Vopak Terminal Merak, Cilegon, Banten, yang terjadi beberapa waktu lalu.

Chusnunia menegaskan, meskipun pihak kepolisian telah menyatakan bahwa asap yang keluar bukan disebabkan oleh kebocoran tangki atau pipa melainkan akibat proses pembersihan pipa, penjelasan tersebut tetap harus disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

“Tentunya harus ada penjelasan resmi dari pihak perusahaan sendiri dan langkah mitigasi yang lebih jelas untuk memastikan keamanan lingkungan, mengingat lokasi pabrik berdekatan dengan permukiman padat penduduk,” kata Chusnunia di Jakarta, Senin.

Ia menilai, penelusuran tetap perlu dilakukan guna memastikan tidak ada paparan zat berbahaya lanjutan yang berpotensi mengancam keselamatan warga. Langkah tersebut juga dinilai penting sebagai bagian dari prosedur pengamanan pada insiden industri berisiko tinggi.

Selain itu, Chusnunia meminta perusahaan meningkatkan edukasi terkait keselamatan kerja kepada para pekerja, masyarakat sekitar yang terdampak, serta masyarakat yang melintas di sekitar kawasan industri sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi industri.

“Kita bersama tentunya harus terus mendorong investasi yang sehat dan memprioritaskan keselamatan kesehatan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sebelumnya, kepulan asap tebal berwarna kuning kecokelatan yang diduga akibat kebocoran gas di pabrik penyimpanan bahan kimia PT Vopak Terminal Merak pada Sabtu (31/1) sempat membuat panik warga Cikuasa, Kelurahan Gerem, Kota Cilegon, Banten.

Sejumlah warga mengaku mengalami gejala pusing, mual, hingga muntah akibat kepulan asap tersebut. Insiden itu pun menimbulkan kekhawatiran karena lokasi pabrik berdekatan dengan permukiman warga.

Pemerintah Kota Cilegon memastikan kondisi lingkungan di sekitar lokasi tetap aman pascainsiden. Wali Kota Cilegon Robinsar menyatakan pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dan pihak perusahaan masih melanjutkan pemantauan sebagai langkah kehati-hatian.

Menurut Robinsar, hasil pengecekan awal menunjukkan tidak ditemukan kebocoran pada pipa maupun tangki penyimpanan bahan kimia di pabrik tersebut.

Dikutip dari antaranews.com