Harga Minyak Dunia Kembali Melemah
Harga minyak mentah global mengalami penurunan tipis pada Jumat, 5 Desember 2025, setelah sempat menguat pada sesi sebelumnya. Pergerakan harga masih dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Ukraina dan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).
Dilansir dari Investing.com, Sabtu (6/12/2025), minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak Februari turun 0,1 persen ke level USD63,18 per barel. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 0,2 persen ke USD59,56 per barel.
Meski demikian, kontrak WTI masih berada di jalur kenaikan mingguan sekitar 1,5 persen, sedangkan Brent relatif stagnan.
Perundingan Damai Ukraina Macet, Harga Minyak Tetap Ditopang
Minimnya hasil dalam perundingan antara Amerika Serikat dan Rusia terkait penghentian perang Ukraina kembali menahan harga minyak di level tinggi. Ketidakpastian tersebut menjaga premi risiko pasokan minyak global, terutama menyangkut kelanjutan sanksi energi terhadap Rusia.
Para analis menilai pertemuan yang belum menghasilkan progres itu menunjukkan gangguan pasokan masih bisa berlanjut. Hal ini diperkuat dengan laporan serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia. Spiegel menyebut pemimpin Jerman dan Prancis meragukan arah diplomasi AS yang dinilai berpotensi menekan Ukraina memberikan konsesi teritorial tanpa jaminan keamanan jangka panjang.
Ekspektasi The Fed Turunkan Suku Bunga Tambah Sentimen Positif
Dari sisi ekonomi, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dalam rapat kebijakan pekan depan turut memberikan dukungan pasar minyak. Pasar memperkirakan penurunan sebesar 25 basis poin seiring perlambatan ekonomi AS.
Klaim pengangguran mingguan AS turun menjadi 191 ribu—terendah sejak September 2022—meskipun data tersebut dinilai masih dipengaruhi volatilitas musim liburan. Di sisi lain, payroll swasta menunjukkan penurunan 32 ribu pekerjaan pada November, menandakan tekanan pada pasar tenaga kerja.
Pasar akan menunggu rilis data inflasi PCE sebagai acuan utama The Fed pada Jumat malam. Jika hasilnya lebih rendah, peluang pelonggaran kebijakan moneter dinilai semakin kuat.
Dikutip dari RRI.co.id
