Krisis iklim kini menjadi ancaman nyata yang membutuhkan tindakan bersama. Konsultan komunikasi Muhammad Lauda menegaskan bahwa kepedulian terhadap krisis iklim merupakan bentuk kepahlawanan masa kini.
Dalam perbincangan di Early Warning System Pro3 RRI pada Jumat (7/11/2025), Lauda menjelaskan pentingnya peran media dan jurnalis dalam menyebarkan semangat peduli iklim. Ia mengaitkannya dengan teori agenda setting, di mana media memiliki peran menentukan isu yang harus menjadi perhatian publik.
“Media punya tanggung jawab sosial untuk mengangkat isu lingkungan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika ada momentum,” jelas Lauda.
Menurutnya, edukasi jurnalis menjadi langkah penting agar pemberitaan iklim tidak sekadar wacana, tetapi mampu menggerakkan perubahan nyata. Ia menambahkan bahwa mobilisasi aksi publik akan lebih kuat bila terhubung dengan kampanye global, sehingga menciptakan kesadaran kolektif di masyarakat.
“Menjadi pahlawan di era krisis iklim berarti menunjukkan kepedulian. Aksi kecil pun berdampak besar jika dilakukan bersama,” ujarnya.
Lauda mengingatkan bahwa krisis iklim bukan persoalan jauh, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari. Kepedulian menjadi kunci utama dalam menjaga masa depan bumi agar tetap layak huni bagi generasi mendatang.Dikutip dari RRI.co.id
