Dalam Rapat Paripurna, Pemprov DKI Ungkap Kemajuan Penanganan Kawasan Kumuh

Dalam Rapat Paripurna, Pemprov DKI Ungkap Kemajuan Penanganan Kawasan Kumuh

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berhasil memangkas jumlah kawasan kumuh secara signifikan hingga pertengahan tahun 2026. Keberhasilan tersebut disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Senin (22/6/2026).

Menurut Rano, berbagai program penataan kawasan permukiman yang dijalankan pemerintah daerah telah menunjukkan hasil nyata dengan menurunnya jumlah Rukun Warga (RW) yang masuk kategori kumuh.

“Rangkaian upaya ini menunjukkan hasil ditandai dengan menurunnya secara drastis jumlah kawasan kumuh,” ujar Rano Karno.

Berdasarkan data terbaru Pemprov DKI Jakarta, jumlah kawasan kumuh yang sebelumnya mencapai 445 RW kini berhasil ditekan menjadi 211 RW. Penurunan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan kesejahteraan masyarakat.

Selain fokus pada penataan kawasan hunian, Pemprov DKI Jakarta juga terus mendorong pengembangan infrastruktur transportasi publik yang terintegrasi. Saat ini, sejumlah proyek strategis daerah difokuskan pada perluasan jaringan moda transportasi massal modern.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melanjutkan pembangunan MRT Jakarta Fase 2A dan LRT Jakarta Fase 1B,” kata Rano.

Ia menjelaskan, pengembangan transportasi massal tersebut merupakan bagian dari konsep penataan kota berbasis transit atau Transit Oriented Development (TOD). Infrastruktur yang dibangun diharapkan mampu menghubungkan pusat-pusat aktivitas masyarakat dengan kawasan pertumbuhan ekonomi baru secara lebih efektif dan efisien.

“Pembangunan ini menjadi bagian dari penataan kota berbasis transit dan menghubungkan transportasi massal,” tambahnya.

Berbagai upaya pembenahan di sektor transportasi publik itu juga membawa pengakuan internasional bagi Jakarta. Berdasarkan penilaian global, Jakarta berhasil menempati peringkat ke-17 sebagai kota dengan sistem transportasi umum terbaik di dunia.

“Hal ini tercermin dari keberhasilan Jakarta dalam meraih peringkat ke-17 transportasi umum terbaik di dunia,” ujar Rano.

Pemprov DKI Jakarta berharap berbagai program penataan kawasan permukiman dan pengembangan transportasi massal dapat semakin meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memperkuat daya saing Jakarta sebagai kota global.