Bonus Demografi Indonesia Harus Ditopang Integritas dan Kompetensi, Kata AHY

Bonus Demografi Indonesia Harus Ditopang Integritas dan Kompetensi, Kata AHY

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan bahwa bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus diimbangi dengan kompetensi, karakter, dan integritas yang kuat. Menurutnya, besarnya jumlah penduduk usia produktif tidak secara otomatis menjadi jaminan keberhasilan bangsa di masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat memberikan Studium Generale di Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Sabtu, 20 Juni 2026. Dalam kesempatan itu, AHY menekankan bahwa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kejujuran dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah.

“Bangsa ini tidak hanya membutuhkan orang pintar. Bangsa ini membutuhkan orang pintar yang jujur,” ujar AHY dalam keterangan tertulisnya.

Menurut AHY, Indonesia saat ini memiliki modal pembangunan yang sangat besar, mulai dari posisi geografis yang strategis, kekayaan sumber daya alam yang melimpah, hingga jumlah penduduk usia produktif yang terus meningkat. Namun, seluruh potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal tanpa didukung kualitas sumber daya manusia yang mampu mengelolanya secara bertanggung jawab.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan manusia harus menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional. Pendidikan, kata AHY, tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, disiplin, integritas, dan rasa tanggung jawab terhadap kepentingan publik.

AHY menilai kompetensi dan integritas merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan. Kecerdasan tanpa karakter berpotensi melahirkan penyalahgunaan kewenangan, sementara kompetensi yang dibarengi integritas akan menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa kemajuan bagi masyarakat.

“Jangan sampai kita menghasilkan orang-orang yang pintar, tetapi kehilangan karakter. Itu berbahaya bagi masa depan bangsa,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, AHY juga mengapresiasi sistem pendidikan IPDN yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi turut membentuk disiplin, karakter, kepemimpinan, dan semangat pengabdian. Menurutnya, keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan karakter yang kuat menjadi bekal penting bagi para Praja yang kelak akan menjadi aparatur negara maupun pemimpin daerah.

AHY mengingatkan bahwa Indonesia tengah memasuki periode yang sangat menentukan. Generasi muda saat ini akan menjadi pengambil keputusan pada masa mendatang, termasuk dalam pengelolaan sumber daya alam, pelaksanaan pembangunan, serta upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, kualitas manusia menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi dan mewujudkan kemajuan bangsa.

“Pada akhirnya, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh apa yang kita miliki. Masa depan Indonesia ditentukan oleh siapa yang mengelolanya,” ujar AHY.

Menutup kuliahnya, AHY mengajak seluruh Praja IPDN untuk terus meningkatkan kapasitas diri sekaligus menjaga integritas. Ia menegaskan Indonesia membutuhkan generasi yang unggul dalam kompetensi, berani menjaga kejujuran, dan mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan bangsa.