Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada awal perdagangan Rabu (3/6/2026). Setelah dibuka menguat di zona hijau, indeks acuan Bursa Efek Indonesia itu berbalik melemah pada sesi pagi.
Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.20 WIB, IHSG terkoreksi 90,707 poin atau 1,46 persen ke level 6.104,719. Sebelumnya, pada pembukaan perdagangan, IHSG sempat berada di posisi 6.207,102.
Sepanjang perdagangan pagi, IHSG bergerak pada rentang level tertinggi 6.213 dan terendah 6.095.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 142 saham tercatat menguat. Sementara itu, 422 saham mengalami pelemahan dan 147 saham lainnya bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan juga terpantau cukup tinggi. Total nilai transaksi mencapai Rp2,944 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 5,039 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.779,431 triliun.
Sementara itu, riset harian dari Samuel Sekuritas Indonesia mencatat pasar saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Selasa (2/6/2026). Indeks Dow Jones naik 0,45 persen, S&P 500 menguat 0,13 persen, dan Nasdaq bertambah 0,03 persen.
Penguatan Wall Street didorong optimisme terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang mampu meredam kekhawatiran investor terhadap meningkatnya tensi geopolitik global.
Di kawasan Asia, mayoritas bursa juga ditutup menguat. Indeks Hang Seng Index naik 2,52 persen, sementara Nikkei 225 melemah 0,30 persen dan Shanghai Composite Index menguat 0,43 persen.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG berhasil menguat 1,11 persen ke level 6.195,4. Namun, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp1,39 triliun.
Untuk perdagangan hari ini, analis Samuel Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi bergerak menguat seiring dukungan sentimen positif dari pasar regional. Selain itu, indeks Nikkei pada pembukaan perdagangan Rabu pagi tercatat melonjak 2,22 persen, yang dinilai dapat menjadi katalis positif bagi pergerakan pasar saham di kawasan Asia.
