Harga Emas Berpotensi Naik akibat Pengaruh Sentimen Global

Harga Emas Berpotensi Naik akibat Pengaruh Sentimen Global

Harga emas dunia pada perdagangan Rabu, 6 Mei 2026, diperkirakan memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan seiring munculnya kombinasi sinyal teknikal yang solid serta dukungan dari faktor fundamental global.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai pergerakan XAU/USD pada timeframe harian mulai menunjukkan indikasi kuat pembalikan arah setelah sebelumnya berada dalam tekanan. Dari sisi teknikal, harga emas telah membentuk swing low yang valid di area support kuat pada level USD4.523. Level ini dinilai menjadi titik penting yang menandai berhentinya tren penurunan sebelumnya.

Menurut Geraldo, kemampuan harga bertahan di atas area tersebut menjadi sinyal awal peralihan dari fase bearish menuju fase bullish. Selain itu, terbentuknya pola candlestick bullish marubozu turut memperkuat indikasi tersebut. Pola ini mencerminkan dominasi pembeli dalam satu periode perdagangan, dengan harga penutupan yang mendekati level tertinggi.

Penguatan sinyal teknikal juga didukung oleh terbentuknya pola double bottom yang dikenal sebagai salah satu indikator pembalikan tren yang cukup kuat. Pola ini menunjukkan bahwa harga telah menemukan titik terendah dan berpotensi bergerak naik dalam periode selanjutnya.

Di sisi lain, indikator stochastic juga memperlihatkan pergerakan yang mulai mengarah ke atas setelah keluar dari area oversold atau jenuh jual. Kondisi ini memberikan konfirmasi tambahan bahwa momentum penurunan telah melemah dan peluang kenaikan semakin terbuka.

Berdasarkan kombinasi sinyal tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance terdekat di level USD4.660. Jika momentum bullish tetap terjaga, harga emas bahkan berpeluang menguat hingga mencapai level USD4.740.

Dari sisi fundamental, prospek penguatan emas turut didukung oleh meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven. Ketidakpastian ekonomi global, termasuk kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan, ketegangan geopolitik, serta volatilitas pasar keuangan, menjadi faktor utama yang mendorong permintaan terhadap emas.

Selain itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve yang cenderung lebih longgar juga menjadi faktor pendukung. Potensi penurunan suku bunga atau pelonggaran kebijakan moneter dapat menekan nilai dolar AS, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai instrumen investasi.

Dalam kondisi suku bunga riil yang menurun, emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi lebih kompetitif dibandingkan instrumen lain. Stabilitas atau penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat juga turut menurunkan biaya peluang dalam memegang emas.

Secara keseluruhan, kombinasi antara sinyal teknikal yang kuat dan dukungan faktor fundamental memberikan prospek positif bagi harga emas dalam jangka menengah hingga panjang. Meski demikian, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati perkembangan kondisi global serta data ekonomi yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga.