Bapanas Berharap Tidak Ada Lagi Keracunan Dalam Program MBG di Indonesia

Bapanas Berharap Tidak Ada Lagi Keracunan Dalam Program MBG di Indonesia

Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy mengharapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat lebih tertib tanpa terulang adanya kasus keracunan.

“Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional turut andil dalam memberikan bimbingan teknis kepada SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), kepada SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia), sehingga diharapkan program makan bergizi gratis ini ke depan dapat lebih tertib kemudian tanpa adanya lagi isu kaitan dengan keracunan,” ucapnya dalam agenda APPMBGI National Summit 2026: Dari Pangan Bergizi Menuju Kecerdasan Bangsa, dikutip di Jakarta, Minggu.

Program MBG merupakan inisiatif pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan menyiapkan generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.

Dalam pelaksanaannya, Kementerian Pertanian (Kementan) dan Bapanas disebut berperan sebagai penyedia utama kebutuhan bahan pokok untuk MBG, mulai beras, jagung, kedelai, telur ayam, daging ayam, daging sapi, daging kerbau, aneka cabai, aneka bawang, gula konsumsi, garam konsumsi, dan lain sebagainya.

Ini artinya, 11 komoditas bahan pokok penting berada dalam kondisi surplus, yang memberikan fondasi kuat bagi ketahanan pasokan.

Lebih lanjut, salah satu fokus utama dalam implementasi MBG adalah pemanfaatan potensi pangan lokal dan pemangkasan rantai pasok. Melalui koordinasi dengan SPPG, pemerintah berupaya memperpendek jalur distribusi yang selama ini relatif panjang dan tidak efisien.

Dengan menghubungkan petani secara langsung kepada mitra penyedia makanan, harga bahan baku dapat ditekan menjadi lebih kompetitif, selagi tetap menjaga kesegaran dari bahan baku tersebut.

Transformasi ini disebut turut menggerakkan ekonomi perdesaan melalui pemberdayaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai agregator dan penghubung antara produsen lokal dengan dapur-dapur program MBG.

Sarwo Edhy turut menekankan bahwa aspek keamanan dan mutu pangan menjadi prioritas yang tidak dapat ditawar. Pihaknya telah menyiapkan infrastruktur pengawasan berupa laboratorium mobil yang siap berkeliling melakukan pengujian bahan baku di setiap SPPG guna mencegah risiko keracunan makanan.

Selain itu, pemerintah juga melakukan edukasi tentang sanitasi, higiene, hingga manajemen sisa pangan (food waste). Sisa makanan yang dihasilkan bakal diarahkan untuk dikelola kembali menjadi pakan ternak atau pupuk organik, sehingga program ini juga berjalan dengan prinsip ramah lingkungan.

“Keberhasilan program MBG ini tentunya sangat dipengaruhi oleh kontribusi kita semua, karena kita tahu bahwa tanpa kolaborasi yang kuat, tujuan program MBG tentu akan sulit dicapai,” ungkap dia.

sumber antaranews